Chat with us, powered by LiveChat bukti kemenangan: PRABOWO DENGAR KABAR NYA BEROBAT DI JERMAN,,KENAPA TIDAK KE DOKTER PENDUKUNGNYA.

Friday, June 21, 2019

PRABOWO DENGAR KABAR NYA BEROBAT DI JERMAN,,KENAPA TIDAK KE DOKTER PENDUKUNGNYA.

PRABOWO DENGAR KABAR NYA BEROBAT DI JERMAN,,KENAPA TIDAK KE DOKTER PENDUKUNGNYA.

Image result for prabowo
bandarjudikiu.org

Bambang oh Bambang. Malang sekali nasibmu. Kamu, kuasa hukum lainnya dan para saksi di MK ditanya, dicecar, dibuat tegang dan melongo oleh kuasa hukum TKN dan KPU. Eh junjunganmu malah asyik-asyik ke Jerman. Katanya sih berobat. Tapi ke Jerman. Asyik. melihat berbagai hal yanga ada di sana.

Jerman adalah negara yang begitu maju dan modern. Dengan perdana menteri yang mengatur pemerintahan, Frau Angela Merkel, Jerman berdiri. Jerman memiliki historisitas yang sangat kental.

Dulu, negara Jerman pernah diperintah oleh Hitler. Jerman dulu masih terpisah, yakni Jerman Barat dan Jerman Timur. Setelah perang dunia selesai, Jerman menjadi tempat seorang mantan pemimpin bangsa dan jenius bangsa ini belajar.

Adalah Baharudin Jusuf Habibie, yang dikenal dengan panggilan Rudi, seorang yang memperjuangkan Indonesia dimata internasional. Dia adalah mahasiswa paling teladan di sana. Rudi, begitu sebutan akrabnya, menjadi sosok yang memberikan seminar pembangunan untuk mahasiswa Indonesia di Jerman.

Para mahasiswa ini sempat dipimpin oleh Rudi, sebagai ketua Perserikatan Mahasiswa Indonesia. Dulu, perserikatan ini menjadi perserikatan yang tidak terlalu berfokus kepada pembangunan. Di Jerman, teknologi begitu maju.

Kemajuan teknologi di Jerman begitu tinggi. Kemajuan yang begitu pesat, membuat Jerman saat ini menjadi kiblat bagi perkembangan teknologi dunia. Banyak orang-orang Jerman dan beberapa dari keturunan Yahudi yang berkontribusi dalam pembangunan teknologi dunia saat ini.

Teknologi demi teknologi terus dikembangkan sampai saat ini. Salah satunya adalah kedokteran. Kedokteran di Jerman adalah rujukan dunia. Bahkan Dokter Terawan, dokter ahli “cuci otak” yang sempat dibuang di Indonesia, sempat ditawarkan pekerjaan di sana, sebagai pengajar dan guru besar.

Setelah kita berbicara tentang Jerman yang adalah rujukan teknologi modern dunia, termasuk kedokteran, sekarang mari kita simak relasi antara Prabowo, Jerman, si Bambang dan Kawat Berduri. Loh? Apa hubungannya? Yuk kita simak.

Prabowo adalah sosok yang suka sakit-sakitan. Dia beberapa kali sakit. Untung saja dia kalah. Karena kalau dia menang, pasti Indonesia terancam. Lemah sekali.

Ketika Prabowo sakit, dia sering pergi ke luar negeri. Dia berobat ke luar negeri sudah cukup sering. Bahkan pasca pilpres pun dia ke negara lain, untuk apa? Berobat. Sering pergi ke luar negeri adalah satu hal. Berobat juga adalah hal yang lain.

Kenapa Prabowo yang katanya nasionalis dan patriotis, malah berobat ke Jerman? Ya sebenarnya tidak apa-apa sih. Berobat kan tidak apa-apa ke luar negeri.Hanya saja, dia sepertinya kurang solider. Kenapa kurang solider?

Karena ketika temannya susah-susah bangunkan opini dan narasi kecurangan yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu, Prabowo malah meninggalkan orang ini.

Sebenarnya ya tidak apa-apa. Kenapa? Karena kalau Prabowo pulang, malah reseh. Sudah lah, jangan pulang. Di sana saja kalau bisa. Hahaha. Jadi begini loh.

Sebenarnya tidak ada masalah sih kalau mau pergi ke luar negeri dan meninggalkan saudara-saudaranya berjuang sendirian. Sebenarnya tidak masalah ketika Bambang lewatin kawat berduri sambil merenung dan mengingat perjuangan Bung Karno, sedangkan Prabowo asyik-asyikan mendapatkan pengobatan terbaik di Jerman.

Tapi ya, penulis hanya bicara saja. Tidak apa-apa kan? Boleh dong? Hak penulis kok.

Tapi penulis ada saran untuk Prabowo satu ini. Sarannya sederhana. Apa sarannya? Begini Wo. Prabowo seharusnya berjuang untuk mempertontonkan solidaritas yang baik. Seharusnya mempertontonkan jiwa yang mengayomi.

Padahal kita tahu bahwa Prabowo memang sering sakit. Ya seharusnya dia memberikan semangat bagi para dokter-dokter yang membela dia.Seharusnya dia memberikan lapangan pekerjaan untuk dokter yang mendukung Prabowo, tapi yang ketahuan sebar hoax.

Padahal dokter spesialis loh. Seharusnya Prabowo datang ke mereka untuk mendapatkan pengobatan. Penulis yakin kalau Prabowo mendapatkan pengobatan dari pendukungnya, pasti pendukungnya memberikan jiwanya dengan baik. Kenapa Prabowo tidak datang ke mereka? Takut?

Sebenarnya dokter pendukung Prabowo ini punya militansi dan punya semangat membela Prabowo.Bahkan sampai ada yang ditangkap karena membela Prabowo dengan dasar hoax. Hahaha.

Tapi ya sudah lah. Memang itu buah yang kalian dapat, wahai para dokter-dokter penyebar hoax. Kalian bahkan dicuekin oleh Prabowo.

No comments:

Post a Comment