Chat with us, powered by LiveChat bukti kemenangan: PRIA YANG AKRAB DIPANGGIL JK INI DIANGGAP TOKOH YANG RELATIF BISA TERIMA KEDUA KUBU MAUPUN OLEH PARA CALON PRESIDEN.

Sunday, June 9, 2019

PRIA YANG AKRAB DIPANGGIL JK INI DIANGGAP TOKOH YANG RELATIF BISA TERIMA KEDUA KUBU MAUPUN OLEH PARA CALON PRESIDEN.

PRIA YANG AKRAB DIPANGGIL JK INI DIANGGAP TOKOH YANG RELATIF BISA TERIMA KEDUA KUBU MAUPUN OLEH PARA CALON PRESIDEN.


 Image result for jusuf kalla
bandarjudikiu.org

Ternyata susah juga mengakurkan orang. Dua pihak. Terutama ketika salah satu pihak agak susah diajak akur.

Di sinilah diperlukan sosok dengan keahlian khusus. The negotiator. Sosok yang mampu menembus sekat-sekat, mempunyai pengaruh besar, dan sudah berpengalaman.

Seperti diketahui, pasca pilpres 2019, telah terjadi pembelahan yang luar biasa di elit dan masyarakat. Hal yang dikhawatirkan dapat membahayakan kehidupan berbangsa ke depan bila hal itu terus dibiarkan.

Banyak tokoh negarawan yang mengkhawatirkan hal itu. Yang menghendaki terjadinya pertemuan. Rekonsiliasi. Yang sewajarnya dimulai dari pihak elit. Yang kemudian diharapkan efeknya dapat merembes ke bawah. Kepada masyarakat luas. Untuk mendinginkan suasana. Sehingga perbedaan yang menjadi sebab pembelahan dapat dikurangkan, atau bahkan dihilangkan.

5 tahun sudah terlalu lama bagi Indonesia. Yang menjadi tegang karena perbedaan yang dipermasalahkan.

Sayangnya, hampir dua bulan setelah pemungutan suara, dan setelah pemenangnya diketahui, hal baik tersebut belum juga dilaksanakan. Pihak kalah yang seharusnya memulai, belum juga bergelagat untuk menjalin komunikasi.

Justru dari pihak pemenang--yang sangat mengkhawatirkan bila pembelahan tersebut menjadi membesar--, yang beberapa kali berusaha mengambil inisiatif. Mencoba membuka jalan agar elit dari kedua belah pihak--Pak Jokowi dan Prabowo--bisa bertemu.

Pertanda pertemuan sudah beberapa kali terlihat. Gerak nyata yang belum terlihat.

Momentum lebaran 2019 diharapkan menjadi hari baiknya. Sayangnya, sejauh ini belum terjadi. Hal itu ditengarai perlunya tokoh pemersatu yang menjadi mak comblang-nya.

Mengenai ini, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menilai bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla, adalah merupakan sosok yang tepat untuk menjadi jembatan pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Pria yang akrab dipanggil JK ini dianggap tokoh yang relatif bisa diterima kedua kubu maupun oleh para calon presiden. Pak JK juga dinilai tidak punya kepentingan politik pada masa mendatang.

”Perlu disepakati agar tidak ada yang dipermalukan,” terang Pak Mu’ti (29/5). Mengenai waktunya, ”Menurut saya lebih cepat, lebih baik,” kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Mengenai sosok JK, apa yang disampaikan oleh tokoh ormas Muhammadiyah tersebut dirasa sangat tepat dan tidak berlebihan. Pengaruh Pak JK masih cukup besar di antara para tokoh politik tanah air. Pengalamannya diyakini mampu menyihir keras kepalanya para tokoh yang masih ngeyel-an

Sementara Pak JK sendiri menyatakan tidak menutup kemungkinan pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto terjadi setelah lebaran. Pertemuan itu saat ini sedang diatur.

"*Pasti mungkin. Nanti lagi diusahakan. Karena kemarin kan beliau ke luar negeri," kata JK, Selasa (4/6/2019).

Beliau menjelaskan bahwa pertemuan itu sedang dicari waktu yang tepat, apalagi Prabowo sedang menjalani proses konstitusional di Mahkamah Konstitusi.

"Prabowo tentu ingin menjalankan proses konstitusional," kata JK.

Menarik apa yang akan Pak JK lakukan. Karena memang tidak ada alasan yang cukup untuk tidak mempercayai bahwa Pak JK akan bisa melakukan hal itu.

Pak JK cukup lincah dan selalu bisa menemukan celah dalam menyelesaikan masalah. Bukan dengan memanfaatkan kuasanya, namun lebih mengandalkan kecerdikan. Kelihaiannya.

Apabila Pak JK berhasil melakukan "tugas"-nya itu, tentu akan banyak manfaat positif yang bisa diambil bagi pihak Pak Jokowi. Karena walau bagaimanapun, Pak JK tetap akan mencerminkan kepentingan pihak Pak Jokowi

Di antara manfaat itu antara lain adalah, Pak Jokowi semakin terbukti menyelesaikan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh pihak lawan.

Pak Jokowi telah terbukti menang melawan hoaks yang dilancarkan pihak lawan. Pak Jokowi juga berhasil menang menghadapi serangan ketidakpercayaan kepada pemerintah dan lembaga negara selama masa pemerintahannya.

Pak Jokowi juga berhasil menghadapi isu people power yang secara bersamaan dengan ketidakpercayaan terhadap hasil pilpres 2019, yang entah berhubungan atau tidak, telah menyulut kerusuhan 21-22 Mei yang lalu.

Manfaat lainnya adalah, bila pertemuan itu berlangsung dilakukan, secara de facto akan timbul kesan bahwa Prabowo memang kalah. Ini merunut pada apa yang telah dilakukan oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional. Kedua partai pendukung Prabowo tersebut telah mengakui kemenangan Pak Jokowi, yang dilanjutkan dengan para tokoh partai tersebut menemui Pak Jokowi maupun KH Ma'ruf Amin.

Dengan kata lain, secara tidak langsung Pak JK sedang berusaha memaksa Prabowo agar mengakui kemenangan Pak Jokowi.

No comments:

Post a Comment