GELAGAT TERORISME YANG SENGAJA INGIN MENIMBULKAN KEKACAUAN DENGAN SERANGKAIAN BOM.
qqbandarjudi.info
Saya rasa mereka hanya menggunakan alibi menuduh KPU curang dan sebagainya. Karena tujuan utama mereka memang ingin mendelegitimasi Jokowi agar sistem khilafah bisa ditegakkan di indonesia. Ada juga ketakutan akan bangkitnya komunisme yang saya rasa sangat tidak masuk akal. Tapi, tujuan utama dari para pendemo ingin mengganti negara kita menjadi khilafah. Jadi persetan dengan demokrasi dan pemilu. Kalaupun Prabowo yang jadi maka mereka akan tetap memaksakan khilafah.
Tujuan utama para penunggang demo 22 Mei adalah menciptakan revolusi Arab di Indonesia (Arab Spring). Percobaan yang sudah mereka terapkan di Syuriah dan beberapa negara Arab. Berawal dari kematian pedagang buah yang menjadi gelombang massa besar-besaran. Lihatlah apa yang terjadi dengan negara-negara itu, hancur berkeping-keping. Skenario Arab spring sudah terdeteksi oleh Moeldoko.
Dilansir dari tempo.co: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa aparat intelijen telah menangkap kelompok penyelundup senjata yang berupaya melakukan tindakan anarkis saat Aksi 22 Mei. "Kami tangkap, ada senjata. orangnya lagi diproses," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
Menurut Moeldoko, tujuan penyelundup senjata itu pasti untuk mengacaukan situasi. Caranya bisa menembak kerumunan, seolah-olah itu tembakan aparat kemananan, TNI atau Polri. “Ini bisa dijadikan pemantik, berawalnya sebuah kondisi chaos.”
Moeldoko mengatakan saat ditangkap aparat menemukan senjata yang dilengkapi peredam, senjata yang tidak menggunakan pisir (bidikan) namun menggunakan teleskop. "Itu untuk senjata yang sudah disiapkan snipper.”
Ia mengatakan harus menyampaikannya kepada publik. “Saya harus katakan terang benderang pada publik agar paham."
Menurut Moeldoko, ada kemungkinan upaya mengadu domba massa dengan pemerintah, juga aparat TNI-Polri. Keberadaan kelompok penyelundup senjata itu bisa saja membuat TNI-Polri menjadi korban tuduhan.
Mengaku tidak bermaksud menakut-nakuti, Moeldoko mengimbau agar masyarakat mengurungkan niatnya berkumpul saat 22 Mei 2019 di Jakarta. "Kami ingin memberikan informasi yang sesungguhnya bahwa memang ada indikasi-indikasi akan terjadi sesuatu yang dilakukan kelompok tertentu."
Jika masyarakat tetap memaksakan diri mengikuti Aksi 22 Mei, Moeldoko meminta agar siap dengan segala risiko. Tapi kewajiban negara adalah melindungi segenap bangsa. “Tidak ingin negara itu ada masyarakatnya celaka, kan gitu."
Jujur kenyataan pahit ini harus kita terima saat pemerintah hendak membenahi Indonesia menjadi negara maju. Lewat pembangunan infrastruktur dan selanjutnya sumber daya manusia, Jokowi hendak membawa Indonesia menjadi negara maju. Sayang, para elit politik yang hanya mementingkan kelompoknya atau keluarga cendana yang berusaha mengambil kekayaannya kembali tak berpikir jauh.
Sudah gitu ditambah dengan perkembangan islam garis keras yang kadang ditunggangi partai politik. Menjadikan Indonesia yang mayoritas muslim menjadi ladang subur bagi mereka. Era kepemimpinan SBY juga cenderung membiarkan perkembangan radikalisme di Indonesia. Sehingga bisa dikatakan telat bagi Jokowi untuk membubarkan mereka.
Saya ingin kita semua tetap optimis terhadap pemerintah dan aparat keamanan kita. Semoga kemerdekaan Indonesia yang diperoleh atas berkat rahmat Allah ini senantiasa dijaga oleh Tuhan. Sedih rasanya pemimpin sebaik Jokowi yang hendak membawa Indonesia maju harus dihadapkan dengan fitnah yang luar biasa. Oleh mereka teroris berkedok ulama dan provokator berkedok elit parpol.
Lewat kontestasi pemilu ini kita ditunjukkan siapa yang benar-benar mencintai rakyatnya dan siapa yang pecundang dengan kabur lewat Brunei. Semoga yang berniat turun ke jalan terketuk hatinya. Ini bukan masalah kampret dan cebong. Ini masalah masa depan Indonesia. Mau dibawa kemana negara ini kalau ideologi lain dipaksakan disini.
Benarkah khilafah menjadi solusi kalau banyak orang menjadi radikal dan melakukan aksi teror bom karenanya. Anehnya kenapa mereka tidak mengebom Israel yang jelas menjajah Palestina. Kenapa di indonesia yang mayoritas muslim, sholat 5 waktu, zakat, puasa, haji. Jokowi juga muslim yang taat, berkali-kali dia ke Arab agar kuota haji ditambah. Lalu apa kurangnya Indonesia? Kita aman sentosa tanpa khilafah. Jihad menafkahi keluarga lebih utama dibanding jihad mati sangit dan menanggung dosa pembunuhan massal.
Semoga saudara-saudara kita cepat sadar dan terketuk hatinya. Kalau mereka menutup hati dan nurani, biarlah doa kita menjadi harapan. Semoga Tuhan yang memberkahi kemerdekaan akan selalu menjaga negeri ini dari perusuh bangsa.
No comments:
Post a Comment