Chat with us, powered by LiveChat bukti kemenangan: TERDUGA TERORIS HAIKAL-BACHTIAR DENGAR KABAR MELARIKAN DIRI KELUAR NEGERI.

Friday, May 17, 2019

TERDUGA TERORIS HAIKAL-BACHTIAR DENGAR KABAR MELARIKAN DIRI KELUAR NEGERI.

TERDUGA TERORIS HAIKAL-BACHTIAR DENGAR KABAR MELARIKAN DIRI KELUAR NEGERI.
Image result for Haikal-Bachtiar Kabur Ke Arab, 29 Terduga Teroris Ditangkap, Prabowo Ke Brunai, Ada Apa?
qqbandarjudi.info

Ada fenomena aneh akhir-akhir ini. Perjuangan belum selesai tetapi Haikal Hassan sudah kabur ke Arab dengan alasan umroh setelah sebelumnya dilaporkan kasus penyebaran hoaks. Bachtian Nasir sudah terlebih dahulu kabur ke Arab setelah ditetapkan sebagai tersangka penipuan uang. Padahal kedua orang ini adalah andalan dalam perjuangan kemenangan Prabowo.

Saya yakin Anda masih ingat video bagaimana Haikal Hassan berperang di medsos menggunakan 6 HP sekaligus. Anda juga pasti masih ingat ketika Bachtiar Nasir menyatakan dukungannya, pendukung Prabowo dari kalangan FPI dan HTI langsung seperti mendapat angin segar. Tetapi kenapa mereka kabur sekarang?

Fenomena lainnya, ajakan demonstrasi atau yang mereka sebut sebagai people power atau kedaulatan rakyat pada 22 Mei sudah didengungkan di mana-mana. Seruan itu beredar di mana-mana. Bahkan ada seruan lebih ngeri lagi, yaitu jihad. Entah mereka jihad untuk apa?

Lain lagi dengan fenomena pelaporan para provokator dan proses hukum terhadap mereka. Kepolisian sepertinya sangat serius menanggapi laporan dan bertindak begitu cepat. Tidak ada kata tunggu kali ini. Ketika sudah ada laporan, kepolisian langsung bertindak. Eggy sudah ditahan. Pengancam Jokowi juga sudah ditangkap. Dan para provokator lainnya sudah dipanggil. Apakah ini yang membuat Haikal Hassan dan Bachtiar kabur ke Arab? Who knows?

Sementara itu dalam senyap Densus 88 bergerak cepat juga. Sampai hari ini sudah 29 terduga teroris ditangkap di berbagai tempat. Diduga motif mereka adalah aksi bom bunuh diri pada 22 Mei nanti ketika ‘kedaulatan rakyat’ sedang terjadi. Mereka berencana memanfaatkan kerumunan dengan menggunakan bom.

Densus 88 menemukan barang bukti berupa bahan bom rakitan dan bom yang sudah siap ledak di beberapa tempat terduga teroris ditangkap.

"TATP ini bukan merupakan suatu senyawa tunggal. Hanya orang yang memiliki keahlian tertentu yang bisa mencampur dari beberapa senyawa kimia untuk menjadi suatu bahan bom yang sifatnya high explosive ini yakni TATP. Satu bom berhasil diledakkan oleh tersangka T, tapi sebelum diledakkan, pelaku berhasil dilumpuhkan aparat Densus 88, hari Minggu kemarin di Bekasi." (Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Tetapi kita tidak boleh terkecoh dengan menduga pergerakan teroris ini adalah bagian dari kedaulatan rakyat yang digadang-gadang Amien Rais. Sejahat-jahatnya Amien Rais dan senafsu-nafsunya Prabowo jadi presiden, saya masih yakin bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan pergerakan terorisme. Bahwa sikap pecundang Prabowo dan provokasi Amien Rais mau mereka manfaatkan, itu bisa saja terjadi.

Jadi hubungan antara teroris dengan Prabowo dan para kampretnya bukan antara dalang dengan wayang. Hubungan antara keduanya hanya soal yang satu memanfaatkan kebodohan yang lain. Teroris mau memanfaatkan sikap pecundang Prabowo yang mau menolak hasil Pemilu dan mengandalkan pengerahan massa. Yang diinginkan teroris hanyalah kekacauan demi terciptanya ketakutan. Mereka tidak peduli apakah Prabowo jadi presiden atau tidak, sebab teroris sendiri tidak menginginkan seorang presiden.

Tetapi menjadi aneh ketika Prabowo juga ikut kabur ke Brunai. Sudah dikonfirmasi bahwa Prabowo sekarang berada di Brunai. Tetapi tidak diketahui untuk apa Prabowo ke Brunai. Inilah yang menjadi Pertanyaan serius kita. Kenapa ketika Prabowo sedang diperjuangkan, dia malah kabur ke Brunai tanpa ada kejelasan? Padahal pengumuman hasil pemenang Pemilu tinggal menghitung hari.

Ada yang menduga, Prabowo kabur ke Brunai untuk menghindari kemungkinan dia dipolisikan karena provokasi dan sikapnya selama ini. Entah itu karena menolak hasil Pemilu, entah karena menggunakan cara-cara biadab dalam berpolitik. Ada juga dugaan Prabowo mau melarikan diri. Ada juga yang menduga Prabowo mau menghindari kerusuhan pada 22 Mei nanti.

Menurut saya, Prabowo ke Brunai karena dia tahu dia memang sudah kalah dan dia juga sudah yakin kalau pengerahan massa tidak akan sebesar yang dia inginkan. Dari pada strokenya kambuh, ya mending kabur saja untuk menenangkan diri. Sama seperti yakinnya saya tidak akan ada kerusuhan. Kenapa?

Coba Anda perhatikan keadaan sekitar Anda, tidak ada apa-apa. Tidak ada tanda-tanda akan ada pergerakan massa menuju Jakarta pada 22 Mei nanti. Jangankan ada tanda-tanda pergerakan dari luar daerah, di Jakarta sendiri saja jumlah massa yang mampu diprovokasi hanya segelintir.

Tanda-tanda tidak akan ada kerusuhan pada 22 Mei nanti adalah pergerakan gabungan TNI-Polri begitu cepat dan terkoordinir dengan baik dan cepat. TNI-Polri satu komitmen untuk menjaga Indonesia. TNI-Polri juga sudah berhasil membongkar skenario-skenario yang mungkin akan terjadi dan sudah mengingatkan agar tidak macam-macam. Kalau pun masih ada yang nekat menciptakan kerusuhan, maka mereka akan berakhir di penjara.

Oh iya, jangan lupa juga baik MUI, NU dan Muhammadiyah sudah mewanti-wanti masyarakat untuk tidak ikut people power atau kedaulatan rakyat dalam rangka melawan konstitusi. Trus siapa yang mau ikut demo? Ya hanya FPI dan eks HTI saja.

Sebenarnya tidak ada lagi kesempatan Prabowo jadi presiden. Mau ada kerusuhan mau tidak ada sekali pun, Prabowo tidak akan jadi presiden. Dengan kelengkapan negara seperti sekarang ini, sangat tidak mungkin terjadi peristiwa seperti peristiwa 98. Hanya orang bodoh yang mau demo seperti 98 ketika Indonesia sedang aman-aman saja dan ketika masa Ramadhan, apalagi hanya demi Prabowo.

Saya bukan tidak sedang meremehkan massa Prabowo. Tetapi saya lebih yakin terhadap pemerintah dan TNI-Polri yang tidak akan membiarkan Indonesia ini kacau hanya demi seorang pecatan militer.

No comments:

Post a Comment